a a a a a a a
logo
 GALLERY bg banner header

Article

Menguak Simbol Bahan Kimia Menurut GHS  Arti dan Manfaatnya
Menguak Simbol Bahan Kimia Menurut GHS : Arti dan Manfaatnya
Simbol bahan kimia kadang kelihatan ribet dan membingungkan, tapi sebenarnya mereka menyimpan banyak informasi penting! Yuk, kita bongkar arti di balik simbol-simbol itu dan cari tahu gimana mereka bisa bikin hidup kita lebih aman dan lebih gampang.

GHS adalah singkatan dari Globally Harmonized System, yaitu sistem yang terkait dengan pengklasifikasian dan pelabelan bahan kimia berbahaya atau B3. GHS menetapkan definisi dan mengklasifikasikan jenis bahaya produk kimia serta mengkomunikasikannya dalam bentuk label bahan dan SDS atau Safety Data Sheet. Tujuan dari ditetapkannya GHS ini adalah agar terdapat standar yang sama dalam hal pengklasifikasian bahaya kimia berbahaya, label serta format SDS yang digunakan di seluruh dunia. Berikut ini adalah daftar simbol berbahaya versi GHS:

1. Simbol Bahan Kima Iritasi (Irritant)
Simbol ini menunjukkan bahwa bahan kimia tersebut bisa menyebabkan iritasi pada kulit, mata, atau saluran pernapasan. Artinya, kalau kamu lihat simbol ini kamu harus hati-hati karena bahan kimia ini bisa bikin kulit gatal, merah, atau meradang, dan bisa juga bikin mata perih atau saluran pernapasan terganggu.
Berikut contoh bahan kimia irritant : Kalsium Klorida, Natrium Hidroksida, Toluena, Isobutanol, Isopropilamina.

2. Simbol Bahan Kimia Beracun (Toxic)
Ini berarti bahan kimia tersebut bisa sangat berbahaya jika dihirup, ditelan, atau terserap melalui kulit. Bahan dengan simbol ini bisa menyebabkan keracunan serius atau bahkan kematian jika terpapar dalam dosis tinggi. Simbol toxic juga menunjukkan bahwa bahan ini harus disimpan dengan aman, jauh dari jangkauan anak-anak atau hewan peliharaan
Contoh bahan kimia beracun (toxic) : Metanol, Benzena.

3. Simbol Bahan Kimia Korosif (Corrosive)
Simbol ini menunjukkan bahwa bahan kimia ini bersifat korosif kalau pH-nya di bawah 2 atau di atas 12.5. Bahan kimia korosif dapat menyebabkan kulit iritasi sampai gatal-gatal dan mengelupas, bahkan bisa merusak jaringan hidup. Manfaat dari simbol ini untuk memperingatkan kamu bahwa bahan ini sangat berbahaya dan bisa mengakibatkan luka bakar atau kerusakan serius pada benda. Selain itu, simbol korosif ini juga mengingatkan kamu untuk menyimpan dan menangani bahan tersebut dengan sangat hati-hati, menghindari kontak dengan kulit dan mata, serta memastikan ventilasi yang baik saat menggunakannya. Ini penting banget untuk mencegah kerusakan atau cedera serius yang disebabkan oleh bahan korosif.
Contoh bahan kimia yang bersifat korosif : Asam Klorida, Natrium Hidroksida, Asam Sulfat, Formic Acid.

4. Simbol Bahan Kimia Mudah Terbakar (Explosive)
Simbol ini menunjukkan bahwa bahan kimia yang mudah meledak jika terkena benturan, gesekan, panas, sumber api maupun sumber nyala lainnya, tekanan, atau guncangan. Bahan tanpa oksigen, bahan ini bisa meledak dengan mudah.
Contoh-contoh bahan kimia mudah terbakar atau eksplosive : TNT, NH4NO3, Butyric Acid (L).

5. Simbol Bahan Kimia Mudah Teroksidasi (Oxidizer)
Simbol ini menunjukkan bahwa bahan kima ini bisa bereaksi cepat dengan oksigen dan menyebabkan pembakaran atau ledakan. Artinya, bahan ini bisa bikin sesuatu terbakar bahkan tanpa percikan atau sumber panas yang besar. Simbol ini mengingatkan kamu untuk tidak mencampur bahan ini dengan bahan lain tanpa tahu reaksi yang bias terjadi. Selain itu, penting untuk selalu mempunyai alat pemadam kebakaran dan perlindungan lainnya di dekat bahan kimia yang punya simbol ini, karena reaksi oksidasi bisa sangat cepat dan berbahaya.
Contoh-contoh bahan kimia yang mudah teroksidasi : Hidrogen Peroksida, Kalium Perklorat, Kalium Permanganat, Asam Nitrat Pekat.

6. Simbol Bahan Kimia Mudah Terbakar (Flammable)
Bahan kimia dengan simbol ini adalah mudah terbakar. Ini berarti bahan tersebut dapat menyala dan terbakar dengan mudah saat terkena sumber api, panas, atau bahkan percikan listrik. Bahan kimia ini memiliki titik nyala rendah (kurang dari 21°C) pada tekanan atmosfer normal.
Contoh-contoh bahan yang mudah terbakar : Etanol, Aseton, Logam Natrium, Solven.

7. Simbol Bahan Kimia Gas Terkompresi (Compressed Gas)
Simbol yang menandakan bahwa suatu bahan kimia berada dalam bentuk gas yang disimpan di bawah tekanan tinggi. Menunjukkan bahwa bahan tersebut adalah gas yang dikompresi, gas cairan, gas terlarut, atau gas kriogenik.
Contoh-contoh bahan kimia gas terkompresi : Oksigen, Nitrogen, Karbon dioksida, Propana, Helium, Asetilena, Ammonia, Klorin.

8. Simbol Bahan Kimia Bahaya Kesehatan (Health Hazard)
Simbol ini menunjukkan bahwa bahan tersebut apat menyebabkan risiko kesehatan bagi manusia. Simbol ini penting untuk mengidentifikasi bahaya kesehatan yang mungkin tidak langsung terlihat, seperti efek jangka panjang pada kesehatan. Bahan kimia yang diberi label dengan simbol ini dapat menyebebkan berbagai efek kesehatan, yaitu efek karsinogenik (memicu kanker), mutagenisitas garm cell (memicu mutasi genetik), efek reproduksi toksik (merusak sistem reproduksi), efek pada organ target tertentu setelah paparan tunggal atau berulang, sensitisasi pernapasan (dapat menyebabkan asma atau reaksi alergi pernapasan), bahaya aspirasi (bahaya jika terhirup ke dalam paru-paru).
Contoh-contoh bahan kimia bahaya kesehatan : Benzena, Asbes, Formalin, Timbal, Merkuri, Kloroform, Arsen, Kadmium, Karbon Tetraklorida, Asam Hidrofluorat.

9. Simbol Bahan Kimia Bahaya Lingkungan (Environmental Hazard)
Simbol ini menunjukkan bahwa suatu bahan kimia dapat menimbulkan risiko terhadap lingkungan, terutama ekosistem akuatik. Bahan kimia ini dapat menyebabkan kerusakan serius pada lingkungan, khususnya terhadap organisme yang hidup di air.
Contoh-contoh bahan kimia bahaya kesehatan : Merkuri, Polychlorinated Biphenyls (PCB), Pestisida (DDT), Timbal, Produk Minyak dan Petrokimia, Nonylphenol dan Ethoxylates, Klorin , Kadmium.
Membangun Hubungan Relasi yang Kuat Dengan Distributor Kimia di Indonesia
Membangun Hubungan Relasi yang Kuat Dengan Distributor Kimia di Indonesia
Membangun hubungan yang kuat dengan distributor kimia di Indonesia memerlukan pendekatan yang saling menguntungkan dan transparan. Hal ini mencakup komunikasi yang jelas dan terbuka, pemahaman terhadap kebutuhan dan tujuan masing-masing pihak, serta kesepakatan kontrak yang adil. Selain itu, menjaga kualitas produk dan layanan, serta memberikan dukungan teknis dan pelatihan kepada distributor, dapat membantu memperkuat hubungan. Dengan fokus pada kolaborasi jangka panjang dan membangun kepercayaan, perusahaan dapat menciptakan kemitraan yang kuat dan berkelanjutan dengan distributor kimia di Indonesia.

Peran Chemical Distributor Indonesia
Peran distributor kimia di Indonesia sangat penting dalam rantai pasokan dan industri kimia secara keseluruhan. Berikut adalah beberapa peran utama distributor kimia di Indonesia:
• Penghubung Antara Produsen dan Konsumen : Distributor kimia berfungsi sebagai jembatan antara produsen kimia dan berbagai pelanggan, termasuk industri manufaktur, farmasi, pertanian dan banyak lagi. Mereka membantu mendistribusikan produk kimia ke pasar yang lebih luas.
• Penyedia Stok dan Logistik : Distributor memiliki fasilitas penyimpanan dan sistem logistik yang memungkinkan mereka untuk menyimpan produk kimia dalam jumlah besar dan mengirimkannya sesuai kebutuhan. Ini membantu mengurangi waktu tunggu dan memastikan ketersediaan produk.
• Pengetahuan dan Dukungan Teknis : Distributor kimia sering memiliki tim teknis yang terlatih untuk memberikan dukungan kepada pelanggan. Mereka dapat memberikan informasi tentang produk, membantu dalam pemilihan produk yang tepat, dan memberikan solusi untuk kebutuhan pelanggan.
• Layanan Pelanggan : Distrubutor kimia juga memainkan peran dalam memberikan layanan pelanggan, seperti konsultasi, pelatihan, dan layanan purna jual. Mereka berupaya menjaga hubungan baik dengan pelanggan dan menangani keluhan atau masalah yang mungkin muncul.
• Pemasaran dan Promosi : Distributor kimia membantu dalam pemasaran dan promosi produk kimia kepada pelanggan potensial. Mereka dapat mengadakan seminar, pameran, atau kegiatan lain untuk meningkatkan kesadaran dan penjualan produk.
Dengan berbagai peran ini, distributor kimia menjadi komponen kunci dalam industri kimia di Indonesia, mendukung produsen dan membantu memenuhi kebutuhan pelanggan berbagai sektor.

Peran dalam Keberlanjutan Lingkungan
Peran distributor kimia dalam keberlanjutan lingkungan sangat signifikan karena mereka berada di pusat rantai pasokan kimia. Mereka dapat berkontribusi dalam beberapa cara untuk mendukung keberlanjutan:
• Pengembangan Bahan Ramah Lingkungan : Kimia memungkinkan pengembangan bahan yang lebih berkelanjutan, seperti plastic biodegradable, cat rendah emisi, dan bahan bakar alternatif, yang mengurangi dampak terhadap lingkungan.
• Proses Industri yang Lebih Efisien : Inovasi kimia dapat meningkatkan efisien energi dan sumber daya dalam proses industri, mengurangi limbah, dan menurunkan emisi gas rumah kaca.
• Pembersihan Lingkungan : Kimia memainkan peran dalam teknologi pembersihan lingkungan, seperti proses remediasi untuk membersihkan kontaminan dari air, tanah, dan udara.
• Produksi Pangan Berkelanjutan : Kimia berkontribusi pada pertanian berkelanjutan melalui pengembangan pestisida dan pupuk yang lebih aman, serta teknologi pengolahan pangan yang mengurangi limbah.
• Energi Terbarukan : Kimia mendukung pengembangan energi terbarukan, seperti sel surya, baterai, dan biofuel, yang mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
Melalui inovasi dan teknologi kimia, kita dapat mendorong praktik yang lebih berkelanjutan dan mendukung upaya pelestarian lingkungan.

Jika anda telah memiliki distributor yang terkenal dan mempuyai reputasi yang baik, ada hal yang perlu diperhatikan. Pastikan anggaran anda sesuai dengan harga yang ditawarkan oleh distributor. Ini dapat berdampak pada keuangan operasional perusahaan dan bisnis anda kedepannya. Salah satu rekomendasi distributor kimia di Indonesia adalah PT. Wika Intinusa Niagatama . Perusahaan ini telah berdiri sejak tahun 1999 dan dikenal memberikan layanan terbaik untuk menyediakan bahan kimia berkualitas tinggi yang tidak diragukan lagi.
JenisJenis Bahan Kimia yang Ditemukan dalam Produk Rumah Tangga
Jenis-Jenis Bahan Kimia yang Ditemukan dalam Produk Rumah Tangga
Yuk, kenalan sama bahan kimia yang ada di produk rumah tangga kita! Mungkin kamu gak sadar, tapi banyak banget produk di rumah yang mengandung bahan kimia. Jadi, sebelum kamu pakai produk-produk itu, mari kita lihat apa aja sih bahan kimia yang sering ditemuin dan bagaimana cara pakainya biar aman. Keep it safe, keep it clean!

• Sabun Mandi
Sabun mandi tuh punya kandungan kimia, yaitu senyawa ester. Soalnya, senyawa natrium atau kalium plus asam lemak dari minyak nabati yang ada di sabun bikin kita bisa bersihin kotoran dan bakteri yang nempel di kulit. Bedanya sama detergen, sabun itu pakai garam alkali karboksilat, sedangkan detergen lebih ke garam alkali alkil sulfat atau sulfonat.

• Pemutih Pakaian
Pemutih pakaian punya bahan kimia yang super efektif buat menghilangkan noda dan bikin pakaian jadi lebih putih. Beberapa bahan kimia yang biasanya ada di pemutih pakaian itu seperti natrium hipoklorit dan senyawa pemutih lainnya. Makanya, kalau pakaian kamu kotor atau warnanya mulai pudar, pemutih bisa jadi solusi cepat.

• Detergen
Detergen itu salah satu produk rumah tangga yang isinya bahan kimia, seperti surfaktan, builder, pemutih, dan aditif. Detergen sendiri dibuat dari garam natrium yang berasal dari alkil hidrogen sulfat. Nah, bahan-bahan ini yang bikin detergen bisa menghilangkan noda membandel di pakaian kamu.

• Minyak Angin
Minyak angin itu salah satu produk rumah tangga yang punya bahan kimia di dalamnya. Beberapa minyak angin biasanya mengandung mentol, kamfer, dan eukaliptus, yang bikin rasanya jadi seger banget.

• Pasta Gigi
Bahan kimia yang biasanya ada di pasta gigi termasuk fluoride, sodium lauril sulfat, dan abrasif halus. Fluoride itu buat cegah kerusakan gigi dan plak, sementara sodium lauril sulfat bikin pasta gigi berbusa dan bersihin gigi. Selain itu, pasta gigi juga punya abrasif halus seperti kalsium karbonat atau silika yang bantu menghilangkan noda dan plak gigi.

• Cat Dinding
Cat dinding adalah salah satu produk rumah tangga yang punya bahan kimia di dalamnya. Bahan kimia dalam cat dinding bisa berupa senyawa organik, pigmen, pelarut, dan bahan pengawet. Beberapa cat dinding juga mengandug senyawa yang bisa mengeluarkan gas beracun saat diaplikasikan, seperti senyawa organik volatil (VOCs).

• Pewangi atau parfum
Pewangi atau parfum itu salah satu bahan kimia yang sering banget ditemuin di produk rumah tangga. Komposisinya biasanya ada etil alkohol (50%-90%) yang jadi pelarut, air suling (5%-20%) dan fragrance (10%-30%).

• Pembersih Lantai
Pembersih laintai itu diracik dengan berbagai bahan kimia seperti detergen, anti-lemak, pemutih, karbol, dan sodium hydroxide.

• Pestisida
Pestisida itu zat kimia yang dipakai untuk untuk bunuh hama dan penyakit. Ada beberapa jenis pestisida, seperti akarisida, fungisida, herbisida, insektisida, dan rodentisida. Banyak petani yang pilih pakai pestisida kimia sintesis buat kendaliin organisme yang ganggu tanaman. Makanya, penting banget buat pakai pestisida dengan bijak supaya tanaman dan lingkungan tetap aman.

• Deodoran
Deodoran tuh ada kandungan kimia seperti aluminium, paraben, propylene glycol, amine DEA, TEA, dan MEA. Kulit yang kebanyakan kena bahan kimia ini bisa bikin iritasi, gangguan hormonal, bahkan meningkatkan risiko kanker.

• Cat Kuku
Banyak wanita yang menghias kuku dengan cat kuku, tapi perlu diketahui nih, di cat kuku itu ada dibutyl phthalate, formaldehida, dan toluene. Tiga bahan ini bisa bikin alergi sampai ganggu hormone. Jadi, penting banget untuk cek bahan-bahan yang ada di cat kuku sebelum pakai.

• Hand Saitizer
Hand sanitizer biasanya isinya etanol, hidrogen peroksida, dan gliserin. Etanol itu yang jadi bahan utama buat bunuh kuman, sedangkan hidrogen peroksida bisa jadi disenfektan. Jadi, kandungan di hand sanitizer bisa bersihin tangan pas sabun dan air sedang tidak ada.

• Lem Kertas
Beberapa jenis lem kertas punya bahan kimia seperti lem Dextone Contact Adhesive. Ada bahan kimia dalam lem ini, seperti senyawa organik volatile (VOC), yang bisa menguap ke udara. Kalau terlalu banyak terpapar VOC, bisa bikin iritasi pernapasan.

• Shampoo
Bahan kimia yang sering ada di shampoo biasanya Sodium Lauryl Sulfate (SLS), Dimethicone, Paraben, dan Synthetic Colors.

• Obat Nyamuk
Obat nyamuk punya bahan aktif utama seperti DEET atau IR3535 yang efektif buat mencegah gigitan nyamuk, tapi jangan dipakai sama bayi yang umurnya di bawah 2 bulan.

• Pembersih Toilet
Pembersih toilet biasanya punya bahan kimia seperti klorin, asam sulfat, amonia, sama pewangi. Nah, amonia di pembersih toilet bisa bantu bersihin kerak dan bikin toilet jadi wangi banget.

• Pembersih Kaca
Produk lain yang punya bahan kimia itu cairan pembersih kaca, biasanya isinya amonia sama alkohol yang bisa ngancurin mineral yang nempel di kaca. Beberapa produk cairan pembersih kaca juga pakai isopropil alkohol, yang bisa bersihin kaca tanpa bikin rusak.

• Pelicin Pakaian
Silikon itu bahan kimia yang bisa bikin kain jadi lebih berkualitas, lebih lembut, dan licin. Selain itu, silikon itu juga bisa dipakai buat bikin setrika pakain jadi lebih licin dan halus.

Nah, ini dia beberapa contoh bahan kimia yang bisa kamu temukan di produk rumah tangga yang sering kamu pake. Jadi, produk mana nih yang paling sering kamu pakai di rumah ?

PT. Wika Intinusa Niagatama adalah pemasok bahan kimia terkemuka yang melayani berbagai sektor industri, termasuk home care. Kami siap membantu Anda dengan segala kebutuhan bahan kimia, dan jika Anda memiliki pertanyaan atau membutuhkan konsultasi terkait produk home care kami , tim kami siap membantu. Anda dapat menghubungi kami melalui WhatsApp yang berada di kanan bawah layar atau kirim email ke info@wika-intinusa.com.
Pemahaman Mendalam Tentang Bahan Kimia Cair dan Variasinya
Pemahaman Mendalam Tentang Bahan Kimia Cair dan Variasinya

Bicara soal bahan kimia, sebenarnya apa sih itu? Kamu pasti sering mendengar yang namanya bahan kimia baik itu cair, padat ataupun gas kan? Nah, apa sih bedanya? Dan apa sih contohnya? Yuk, kita cari tahu!

Oke, kita mulai dari pengertiannya dahulu. Bahan kimia itu bahan yang punya unsur kimiawi yang bisa sensitif atau malah tahan terhadap kondisi tertentu. Jadi, bahan kimia bisa bereaksi dengan bahan kimia lainnya. Bagaimana cara buatnya? Ya tentu lewat proses kimia, dong.

Jadi, jangan bingung saat kita bicara soal bahan kimia. Karena pada dasarnya, bahan kimia itu ada di sekitar kita. Contohnya garam (NaCI) dan gula (C12H22011). Dari contoh itu saja, kita sudah sering kan menggunakannya untuk kegiatan sehari-hari?

Biasanya, bahan kimia itu ada dalam bentuk cair, padat, dan gas. Selain itu, mereka juga bisa berubah fase sesuai tekanan dan suhu. Di sini kita akan fokus membahas bahan kimia dalam bentuk cair. Bahan kimia cair yaitu zat atau senyawa yang bentuknya cair di suhu ruangan. Mereka banyak digunakan di berbagai industri dan komersial karena bisa dengan mudah dicampur atau bereaksi dengan bahan lain.

Bahan kimia cair mempunyai peran besar di berbagai industri, mulai dari manufaktur, farmasi, sampai pengolahan air. Nah, dalam artikel ini, kita akan mengulik lebih dalam tentang bahan kimia cair dan jenis-jenisnya, kegunaannya dan bagaimana praktik pemanfaatannya di berbagai sektor.

Bahan Kimia Cair dan Variasinya
Berikut ini beberapa jenis bahan kimia cair yang sering digunakan di industri:
1. Asam Sulfat (H2SO4)
Asam Sulfat (H2SO4) merupakan cairan kimia yang super kuat dan sangat korosif. Asam Sulfat bentuknya cairan bening seperti minyak dan larut dalam air. Tapi, untuk mencampur ke air, harus sangat hati-hati. Jadi, tuang asam ke air, bukan kebalikannya. Kamu bisa menemukan ini di berbagai tempat, seperti di aki mobil, pabrik kimia, atau industri yang butuh bahan yang bisa melarutkan banyak hal. Hati-hati, karena bahan kimia ini bisa membakar kulit dan membuat kerusakan parah terhadap tubuh. Jadi, jika menggunakan Asam Sulfat, diwajibkan pakai alat pelindung diri dan mengikuti aturan keselamatan ya.

2. Hidrogen Sianida (HCN)
Hidrogen Sianida (HCN) ialah salah satu bahan kimia yang sangat berbahaya. Cairannya bening seperti air, tetapi bisa berubah menjadi gas dengan bau khas seperti kacang almond pahit. Sianida terkenal karena bisa sangat mematikan, bahkan walaupun dalam dosis kecil.
HCN sering digunakan di industri, penggunaannya untuk produksi plastik, pestisida, atau pengolahan emas. Sekali lagi, ini bahan kimia yang sangat berbahaya, dan bisa menyebabkan keracunan jika terhirup atau tertelan. Jadi, kalau bekerja di tempat yang menggunakan HCN, diwajibkan mengikuti protokol keselamatan dan menggunakan alat pelindung diri.

3. Hidrogen Peroksida (H2O2)
Hidrogen Peroksida (H2O2) merupakan cairan bening yang sering dipakai untuk banyak hal, mulai dari membersihkan luka sampai menghilangkan noda. Bentuknya mirip seperti air, tetapi sangat berbeda. Aromanya agak asam dan mudah larut dalam air. Ini cairan yang bisa melepaskan oksigen, oleh karena itu dipakai untuk antiseptik, pemutih, atau pembersih.
Hati-hati kalau menggunakan H2O2 karena bisa membuat kulit iritasi jika konsentrasinya tinggi. Untuk yang sering melakukan DIY atau mengurus rumah tangga, Hidrogen Peroksida ini sangat multifungsi, tetapi pastikan penggunaannya dengan aman dan simpan di tempat yang tepat.

4. Asam Nitrat (HNO3)
Asam Nitrat (HNO3) merupakan salah satu bahan kimia yang memiliki dampak serius. Cairannya bening tetapi bisa terlihat kuning kalau sudah agak lama. Asam Nitrat terkenal karena bisa melelehkan logam dan menghasilkan asap beracun dan bisa menyebabkan luka bakar.
Jika Asam Nitrat dilarutkan dalam air, dia akan terurai menjadi ion-ionnya, yaitu ion Nitrat (NO3-) dan ion Hidronium (H3O+). Nah, jika Asam Nitrat dicampur dengan Asam Klorida, campuran ini bisa menghancurkan emas dan platinum. Jadi, seperti campuran sangat kuat yang bisa melarutkan logam mulia. Pada intinya, bahan kimia ini tidak bisa digunakan sembarangan dan perlu ditangani dengan hati-hati.
Bahan kimia ini banyak juga digunakan di industri, seperti dalam pembuatan pupuk, bahan peledak, atau etching logam. Jangan sampai terkena kulit atau terhirup uapnya, karena bisa sangat berbahaya. Jadi, kalau bekerja di tempat yang menggunakan Asam Nitrat, diwajibkan menggunakan alat pelindung diri dan mengikuti protokol keselamatan.

5. Benzena (C6H6)
Benzena (C6H6) merupakan zat kimia yang bentuknya cairan bening dan mudah terbakar. Aromanya tajam seperti bau bensin, dan ini termasuk kategori hidrokarbon aromatik. Bahan kimia ini sangat penting bagi dunia industri, sering digunakan untuk membuat plastik, karet, dan pewarna.
Meski serba guna, Benzena ini merupakan bahan kimia sangat berbahaya untuk kesehatan. Jika sering terpapar atau terhirup, bisa membuat pusing, mual, bahkan bisa memicu kanker. Jadi jika bekerja di tempat yang menggunakan Benzena, sangat penting menggunakan alat pelindung diri seperti masker, karena ini bukan barang kimia sembarangan. Pastikan sirkulasi udara juga bagus agar aman.

6. Amonium Hidroksida (NH4OH)
Amonium Hidroksida (NH4OH) merupakan bahan kimia yang bentuknya cairan bening dan baunya super tajam, dan termasuk dalam larutan basa dengan pH 11,7 pada 20 derajat C. Jika kamu pernah mencium bau pembersih kaca atau pembersih rumah tangga yang kuat, itu mungkin terdapat kandungan Amonia Hidroksida di dalamnya.
Di industri, bahan ini sering dipakai untuk pendingin, pupuk, bahan pemutih dan pembersih, serta keperluan rumah tangga lainnya. Senyawa ini bisa jadi berbahaya karena bisa meledak atau menghasilkan gas beracun kalau bercampur dengan bahan-bahan tertentu, seperti Oksidator, Merkuri, Oksigen, Senyawa Perak, Hidrogen Peroksida, Halogen, Klorin, dan banyak lagi. Jadi jika berurusan dengan senyawa ini, pastikan kamu mengerti apa saja yang tidak boleh dicampur agar tidak terjadi insiden yang yang tidak diinginkan. Safety first!

7. Asam Klorida (HCI)
Asam Klorida (HCI) merupakan bahan kimia yang sangat kuat dan bisa membuat kerusakan serius kalau tidak hati-hati. Bentuknya cairan bening tetapi baunya sangat kuat dan bisa membuat perih jika terkena kulit atau mata. Asam ini termasuk asam tidak murni yang berwarna kuning, karena adanya besi dan zat-zat organik. Biasanya dipakai untuk membersihkan logam atau membuat plastik.
Tubuh kita juga mempunyai Asam Klorida murni, khususnya di lambung. Meski asam ini sangat korosif, tetapi kita tetap aman karena tubuh kita mempunyai lapisan lendir di dinding lambung yang melindungi kita dari efek asam. Jadi, tidak perlu khawatir, karena tubuh kita punya mekanisme perlindungan sendiri.
Nah, kalau Asam Klorida buatan, biasanya kamu bisa menemukannya di laboratorium kimia, produk pembersih rumah tangga, proses pengolahan makanan, bahkan untuk menjaga kebersihan kolam renang. Jadi, asam ini cukup serbaguna, tteapi tetap harus hati-hati jika menggunakannya, ya!

8. Asam Bromida (HBr)
Asam Bromida (HBr) yang biasa disebut HBr, termasuk dalam jenis asam kuat. Bentuknya cairan yang tidak berwarna dan baunya sangat menyengat. Asam Bromida atau HBr, termasuk dalam kategori hidrogen halida. Asam bromida ini super korosif, jadi jika sampai terhirup, bisa menyebabkan iritasi yang tidak nyaman untuk manusia atau makhluk hidup lainnya. Asam ini sering digunakan di laboratorium kimia untuk berbagai keperluan, termasuk reaksi kimia tertentu.

Aturan yang Perlu Diperhatikan
Kalau kamu menggunakan bahan kimia cair yang mudah bereaksi dengan bahan lainnya, cara penyimpanannya harus sangat hati-hati agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Berikut beberapa aturan yang wajib kamu ikuti untuk penyimpanan yang aman :
1. Gunakan Kontainer yang Tepat : Pastikan bahan kimia cair disimpan dalam kontainer yang sesuai, yang tidak mudah bocor ataupun rusak. Biasanya, kontainer ini mempunyai label yang jelas dengan informasi tentang isinya.
2. Pisahkan Bahan Kimia yang Tidak Cocok : Beberapa bahan kimia cair bisa bereaksi keras jika dicampur. Pastikan kamu memisahkan bahan yang bisa menimbulkan reaksi ledakan atau menghasilkan gas beracun jika dicampur. Misalnya, jangan mencampur bahan yang bersifat asam dengan basa.
3. Gunakan Ruangan yang Tertutup dan Ventilasi Baik : Simpan bahan kimia cair di ruangan yang mempunyai ventilasi baik untuk mengurangi risiko gas berbahaya. Ruangan ini juga harus tertutup untuk menghindari kontaminasi dari lingkungan luar.
4. Jauhkan dari Sumber Panas atau Api : Bahan kimia cair yang mudah bereaksi harus dijauhkan dari sinar matahari langsung, pemanas, atau sumber api lainnya. ini penting untuk mengurangi risiko kebakaran atau ledakan.
5. Label dan Klasifikasi yang Jelas : Setiap kontainer harus diberi label dengan jelas, termasuk nama bahan kimia, tanggal penyimpanan, dan peringatan keselamatan. Bahan kimia yang berbeda harus dikelompokkan sesuai dengan jenisnya untuk menghindari kesalahan.
6. Alat Keamanan dan Prosedur Darurat : Pastikan terdapat alat pemadam kebakaran, safety shower, dan kotak P3K di dekat tempat penyimpanan. Kamu juga harus mempunyai prosedur keadaan darurat yang jelas jika terjadi tumpahan atau kebakaran.

Dengan mengikuti aturan-aturan ini, kamu bisa mengurangi risiko kecelakaan dan menjaga keamanan saat menyimpan bahan kimia cair yang mudah bereaksi. Always stay safe!
Anti-stripping agent adalah bahan kimia yang digunakan dalam industri konstruksi jalan untuk meningkatkan daya rekat antara aspal dan agregat, mencegah terlepasnya lapisan aspal dari agregat ketika terpapar air atau kondisi cuaca yang ekstrem. Ini adalah komponen penting dalam road preservation karena dapat memperpanjang umur jalan dan meningkatkan ketahanannya terhadap kerusakan akibat kelembapan dan suhu.

Fungsi Utama Agent-Stripping Agent
1. Meningkatkan Adhesi: Bahan kimia ini memastikan aspal melekat kuat pada agregat, mengurangi kemungkinan terlepasnya lapisan aspal saat terkena air atau beban lalu lintas yang berat.

[b]2. Pencegahan Kerusakan Akibat Air:
Air adalah salah satu penyebeb utama kerusakan jalan. Anti-stripping agent membantu melindungi jalan dari penetrasi ar, yang dapat menyebabkan pengelupasan dan retakan.

3. Memperpanjang Umur Jalan: Dengan mencegah stripping, bahan kimia ini membantu menjaga integritas struktural jalan, yang berarti umur pakai jalan menjadi lebih lama dan memerlukan lebih sediki t perawatan.

Jenis Anti-Stripping Agent
• Agen Berbasis Amina: Umumnya digunakan karena efektivitasnya dalam meningkatkan adhesi dan ketahanan terhadap air.
• Agen Berbasis Polimer: Digunakan untuk memberikan fleksibilitas tambahan dan daya tahan yang lebih baik terhadap variasi suhu.
• Agen Silan: Dikenal untuk memberukan perlindungan ekstra terhadap kerusakan akibat air, khususnya dalam kondisi cuaca ekstrem.


Pengaplikasian
Anti-stripping agent biasanya ditambahkan ke dalam campuran aspal selama proses produksi atau langsung diterapkan pada lapisan jalan selama pemeliharaan. Proses ini memastikan bahwa bahan kimia terdistribusi merata dan berfungsi efektif dalam mencegah stripping.

Keuntungan Penggunaan
• Mengurangi Biaya Perawatan: Dengan memperpanjang umur jalan, penggantian anti-stripping agent dapat mengurangi frekuensi perbaikan dan penggantian jalan.
• Meningkatkan Keselamatan: Jalan yang bebas dari kerusakan lebih aman untuk pengguna mengurangi risiko kecelakaan akibat jalan yang rusak.
• Efisiensi Lingkungan: Dengan mengurangi kebutuhan perbaikan dan penggantian, penggunaan bahan ini juga membantu mnegurangi dampak lingkungan yang dihasilkan dari produksi dan transportasi bahan aspal baru.

Kesimpulan
Penggunaan anti-stripping agent dalam road preservation merupakan langkah penting untuk meningkatkan daya tahan dan umur panjang jalan. Dengan mencegah terlepasnya lapisan aspal dari agregat, bahan kimia ini membantu melindungi jalan dari kerusakan akibat air dan kondisi cuaca ekstrem. Penggunaan anti-stripping agent tidak hanya mengurangi biaya perawatan dan perbaikan jalan, tetapi juga meningkatkan keselamatan dan efisiensi lingkungan. Dengan demikian, anti-stripping agent menjadi elemen vital dalam menjaga kualitas dan ketahanan infrastriktr jalan.

PT Wika Intinusa Niagatama merupakan perusahan supplier & distributor bahan kimia. Kami menawarkan berbagai macam produk berkualitas tinggi yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan berbagai sektor industri termasuk oil field, water treatment, food chemical, agro chemicals, metal working, home care, road preservation chemical construction, personal care, dan textile . Jika ada pertanyaan mengenai produk dapat menghubungi kami melalui Whatsapp atau mengirimkan email ke info@wika-intinusa.com
logo

PT Wika Intinusa Niagatama

Kawasan Industri Delta Silicone III
Jl. Kapuk Blok F-20 No. 10
Lippo Cikarang Bekasi 17550

info@wika-intinusa.com
021-2957-7687 / 88
Switch to Desktop Version
Copyright © 2022 - Wika Intinusa Niagatama. All Rights Reserved
Jasa Pembuatan Website by IKT
Whatsapp